Ditemukan Sungai Besar di Bawah Laut Hitam

Para ilmuwan menemukan sungai besar yang mengalir di bawah Laut Hitam. Sungai yang ukurannya 350 kali lebih besar dibanding sungai Thames di Inggris ini mengalir deras layaknya sungai di daratan. Sungai yang lebarnya sekitar setengah mil ini leta
knya ada pada kedalaman 115 kaki di bawah laut. Memiliki arus yang cukup deras dan bahkan juga air terjun. Jika dibanding-bandingkan, sungai yang belum ada namanya ini merupakan sungai terbesar ke enam di dunia. Para ilmuwan dari Universitas Leeds menggunakan kapal selam robot untuk meneliti sungai yang letaknya di bawah laut dekat Turki ini.



Kumpulan Foto Karya Jim Reed, Seorang Pemburu Badai



Akhir Juli 2009, Jim Reed kembali mempromosikan buku yang kali pertama diterbitkannya pada 2007. Yakni, Storm Chaser: A Photographer's Journey. Dalam kesempatan itu, dia tidak sungkan menyebut dirinya storm chaser alias pemburu badai. Selama sekitar 20 tahun menantang maut, berada sedekat-dekatnya dengan badai untuk menangkap gambar terbaik, Reed menolak dikategorikan dalam kelompok pemburu badai. Reed yang kelahiran Kota Albany, Negara Bagian Georgia, Amerika Serikat (AS) itu mengatakan bahwa dulu dirinya menghindari konotasi berlebihan yang menyertai kata pemburu badai. Karena itu, selama beberapa waktu, memilih disebut fotografer cuaca ekstrem.


Elang Laut, Mesin Terbang Hidup yang Paling Mengesankan

Elang Laut atau albatross, dijuluki "mesin terbang" hidup yang paling mengesankan di bumi ini, dan julukan itu bukannya tanpa alasan. Dengan bentangan sayap sepanjang tiga meter, burung laut terbesar ini sanggup terbang hingga kecepatan 115 kilometer per jam. Elang laut memang tampak kaku di darat, tetapi di angkasa dia benar-benar anggun dan menakjubkan untuk dipandang. Dari kira-kira 20 spesies elang laut yang diketahui, kurang lebih 15 spesies dapat ditemukan di laut sekitar Selandia Baru. Satu-satunya tempat mereka berkembang biak di daratan utama Belahan Bumi Selatan adalah Taiaroa Head, di ujung Semenanjung Ortago, Pulau Selatan Selandia Baru. Di sana Elang Laut Royal Utara mulai berkembang biak antara usia enam dan sepuluh tahun. Perkembangbiakan terus berlangsung selama kehidupannya, yang bias cukup panjang. Beberapa dari burung ini kabarnya bisa hidup hingga lebih dari setengah abad. Elang laut bertelur satu butir setiap dua tahun, dan menghabiskan satu tahun di antaranya di laut. Biasanya burung ini hanya mempunyai satu pasangan seumur hidupnya. Baik elang laut jantan maupun betina berperan dalam membangun sarang, yang dimulai pada bulan September. Kemudian pada bulan November, si betina menghasilkan satu butir telur yang beratnya bisa mencapai 500 gram. Selama sekitar 80 hari, si jantan dan betina mengeraminya sampai telur itu menetas di awal Februari. Kemudian, mereka secara bergiliran menjaga dan menyuapi anaknya dengan daging ikan dan cumi yang sudah dilumatkan dari tembolok mereka. Pada usia enam bulan, bobot si anak bisa mencapai 12 kilogram, jauh lebih berat dari seekor elang laut dewasa. Setelah hampir setahun, si induk dan bapak burung pergi dari Taiaroa Head untuk tinggal di laut selama setahun dan kemudian pulang untuk kembali berkembang biak. Sementara itu, berat badan si anak burung sudah turun dan bulunya sudah tumbuh lebat. Dan setelah jatuh berulang kali, ia berhasil membentangkan sayapnya dan lepas landas ke udara. Tujuannya lautan luas, tempat si elang laut muda akan hidup selama beberapa tahun berikutnya. Setelah remaja, ia akan kembali ke Taiaroa Head. Di sana, sementara burung-burung dewasa sedang membangun sarang dan berkembang biak, elang laut muda akan menggunakan waktu mereka untuk berdandan, bermain, dan memamerkan kebolehan terbangnya yang sudah terlatih sempurna. sumber : http://www.apakabardunia.com/post/tahukah-kamu/elang-laut-mesin-terbang-hidup-paling-mengesankan


Menakjubkan, Seni Ukir Terkecil di Dunia. Hanya Sebesar Lubang Jarum

Willard Wigan dilahirkan di Birmingham, Inggris tahun 1957 dan merupakan pencipta karya seni terkecil di bumi. Dulu Willard adalah pengidap disleksia, namun dia sekarang muncul sebagai miniaturis sejati yang menciptakan keindahaan ukiran dalam ukuran yang bisa dibilang mikroskopis. Dia bekerja dalam kesunyian total di Jersey terutama pada malam karena kebisingan akan sangat mengganggu konsentrasinya dalam berkarya. Tangan manusia biasa hanya bisa bekerja di 100 dari resolusi inci. patung Willard membutuhkan presisi dengan skala 1/1000th inci. Untuk mencapai presisi tersebut, Willard telah melatih dirinya sendiri selama bertahun-tahun untuk memasuki keadaan meditasi di mana denyut jantung dan denyut napas melambat. Dia kemudian mensinkronisasikan gerakan pisau bedah dengan hatinya. sumber : http://www.apakabardunia.com/post/unik_aneh/menakjubkan-seni-ukir-terkecil-di-dunia-hanya-sebesar-lubang-jarum

Waspada, Hari Ini Tsunami Matahari Akan Memanaskan Atmosfir Bumi

Para ilmuwan NASA mengeluarkan peringatan tsunami. Tapi ini bukan sembarang tsunami. Ini adalah tsunami Matahari yang akan menghantam Bumi dan dikhawatirkan mengganggu sistem komunikasi. Para ahli astronomi di seluruh dunia yang memantau Matahari, melaporkan telah terjadi sebuah ledakan cukup besar pada akhir pekan lalu. Termasuk dari para pemantau ini adalah stasiun pemantau Solar Dynamics Observatory milik NASA. Luapan energi Matahari yang luar biasa besar muncul bagaikan kembang api di permukaan Matahari. Gelombang energi itu terpancarkan menuju Planet Bumi bagaikan sebuah tsunami yang melintasi jarak 93 juta mil melintasi angkasa. Seperti dilansir Telegraph.co.uk, para ilmuwan memperkirakan tsunami matahari ini akan mencapai Planet Bumi pada hari ini, Selasa (3/8/2010). Pada wilayah Bumi di dekat Kutub Utara dan Selatan, diperkirakan tsunami ini akan menghasilkan fenomena Aurora di langit. Namun, para ilmuwan juga memperingatkan tsunami Matahari ini bisa merusak satelit komunikasi yang berseliweran di sekitar Planet Bumi. Namun tidak jelas tingkat kerusakan yang mungkin ditimbulkan. "Kembang api yang luar biasa dari matahari. Dua ledakan sekaligus di tempat berbeda di Matahari dan menuju Bumi," kata Dr Lucie Green, astronom dari Mullard Space Science Laboratory, Surrey, Inggris. Menurut Green, ledakan ini sangat besar sehingga tidak bisa ditahan oleh gravitasi matahari. Energi dari ledakan pun meluncur bebas ke Planet Bumi. "Kemungkinan kita bisa melihat Aurora di langit utara dengan lebih lama," tutupnya. Mengungkap Keberadaan Tsunami Matahari Di suatu waktu ada saatnya kamu harus percaya pada apa yang kamu lihat. Itulah yang coba dikatakan STEREO (Solar Terrestrial Relations Observatory) milik NASA pada para penelitinya tentang fenomena kontroversial di Matahari yakni “tsunami matahari” Bertahun-tahun lalu, saat para ahli fisika matahari untuk pertama kalinya menyaksikan gelombang tinggi plasma panas yang berlomba di permukaan matahari, mereka menyangsikannya. Skalanya memang mengejutkan. Gelombang tersebut berkembang semakin tinggi bahkan melebihi Bumi dan menghasilkan riak dari titik pusat dengan pola sirkular sampai pada jarak jutaan km di sekitarnya. Para pengamat yang skeptis beranggapan kalau hal itu merupakan bayangan dari suatu tipuan mata namun bukan benar-benar sebuah gelombang. Nah sekarang…. bisa dikatakan kebenaran itu terungkap. Tsunami Matahari itu benar-benar ada. Tsunami Matahari yang disaksikan STEREO dari sudut yang berbeda. Pesawat ruang angkasa kembar, STEREO mengkonfirmasi kebenaran ini pada bulan Februari 2009 saat bintik matahari 11012 secara tak terduga meletus. Letusannya melemparkan milyaran ton awan gas (CME / coronal mass ejection) ke angkasa dan mengirim tsunami yang berpacu bergulung di permukaan matahari. STEREO berhasil merekam gelombang tersebut dari 2 posisi yang terpisah 90 derajat sehingga para peneliti bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas dari kejadian tersebut. Menurut Spiros Patourakos dari George Mason University, “Ini benar-benar sebuah gelombang. Bukan gelombang air tapi gelombang raksasa plasma panas an magnetisme.” Secara teknis ia dinamai “mode cepat gelombang magnetohidrodinamil” atau gelombang MHD” . Yang dilihat STEREO itu memiliki ketinggian 100000 km dan bergerak dengan kecepatan 250 km/s memuat energi sebesar 2400 megaton TNT. Bayangkan saja jika ini terjadi di Bumi. Tsunami matahari ditemukan pada tahun 1997 oleh Solar and Heliospheric Observatory (SOHO). Pada bulan Mei tahun yang sama, ledakan CME terjadi dari area aktif pada permukaan matahari dan SOHO berhasil merekan kejadian ledakan saat itu. Menurut Joe Gurman dari Solar Physics Lab di Goddard Space Flight Center, saat itu mereka justru bertaya-tanya apakah itu sebuah gelombang atau sekedar bayangan dari ujung CME. Sudut pandang tunggal yang dimiliki SOHO memang tidak cukup untuk mejawab pertanyaan yang ada. Tidak untuk gelombang yang pertama atau kejadian serupa yang terjadi di tahun-tahun berikutnya. Pertanyaan itu tetap muncul sampai peluncuran STEREO di tahun 2006. Pada saat terjadinya erupsi bulan Februari 2009, STEREO-B sedang berada di atas lokasi ledakan sedangkan STEREO-A sedang berada pada sudut yang lain. Kondisi geometri yang sangat pas untuk memecahkan misteri yang ada bertahun-tahun. Kondisi fisik gelombang telah terkonfirmasi melalui film pendek saat gelombang tersebut menabrak sesuatu. “Kami melihat gelombang itu dipantulkan oleh lobang korona (lobang magnetik pada atmosfer matahari) dan ada film menarik dari prominens matahari yang berosilaso setelah ia ditabrak oleh gelombang tsunami tersebut. ” kata Vourlidas dari NAVAL Research Lab di Washington DC. Tsunami matahari ini tidak berbahaya bagi Bumi, namun sangat penting untuk dipelajari. Hasilnya dapat digunakan untuk mendiagnosa kondisi Matahari. Dengan melihat bagaimana si gelombang menyebar dan mlambungkan benda lain, kita bisa mengumpulkan informasi tentang atmosfer terendah di matahari. Menurut Vourlidas, “gelombang tsunami juga dapat membantu dalam melakukan prakiraan cuaca angkasa. Seperti tembakan yang tepat mengenai target, gelombang ini menandai area dimana erupsi atau letusan itu terjadi. Mengetahui lokasi ledakan akan sangat membantu kita untuk mengantisipasi jika suatu saat CME atau badai radiasi akan mencapai Bumi.” Selain itu film yang disajika juga menarik setidaknya ini film yang berasal dari luar Bumi. sumber : http://www.apakabardunia.com/post/astronomi/waspada-hari-ini-tsunami-matahari-akan-memanaskan-atmosfir-bumi

Link Within

Related Posts with Thumbnails